Wow! Segini Gambaran Besarnya Transaksi Bitcoin Cs di RI

Demam investasi aset Crypto menelan dunia termasuk Indonesia. Sekarang investor dan pedagang berkumpul ke cryptocurrency untuk menemukan Cuan dengan cepat.
Peningkatan harga ini dipengaruhi oleh masuknya perusahaan besar ke dalam investasi. Perusahaan yang dimiliki oleh Elon Musk juga memungkinkan pembelian mobil listrik dengan Tesla.

Ini ditafsirkan oleh investor dan pedagang ada potensi besar cryptocurrency akan semakin diterima dan arus utama (arus utama) di sektor keuangan di masa depan.

Tetapi berinvestasi dalam cryptocurrency tidak mudah. Harganya sering naik dan turun dalam sekejap yang membuat risiko berinvestasi sangat tinggi.

“Calon investor harus memahami karakteristik crypto apa,” kata Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas (Bappebti) Sidharta Utama dalam program investasi CNBC Indonesia, seperti dikutip Jumat (23/4/2021).

Selain itu, masyarakat juga perlu memahami bahwa aset kripto dengan orang lain tidak sama. Investor harus memastikan bahwa aset crypto yang dimiliki memiliki likuiditas tingkat tinggi.

“Maka dari sisi keamanan, karena ini berarti Anda harus memilih mana yang aman. Akhirnya, jangan pernah percaya janji pasti laba. Itu tidak mungkin,” kata guru di FEB Universitas Indonesia (UI), profesor penuh FEB UI , dan Sekretaris Majelis Guardian Mandat UI ini.

Transaksi Aset Crypto di Indonesia

Bappebti sendiri telah menerbitkan daftar perusahaan perdagangan aset KRITPO (calon pembeli). Ada 13 platform yang telah terdaftar di Indonesia. Sayangnya, platform transaksi transaksi cryptocurrency Coinsarketcap hanya dapat melacak transaksi pada empat pertukaran pertukaran.

Berikut volume transaksi cryptocurrency yang diproses oleh 4 perusahaan perdagangan aset Crypto Indonesia dalam 24 jam terakhir seperti dikutip dari coinsarketcap pada 13.21 WIB:

IndoDax – beroperasi di Indonesia – transaksi US $ 166,62 juta (Rp 2,41 triliun).
ZIPMEX – beroperasi di Australia, Singapura dan Indonesia – US $ 69,25 juta transaksi (Rp 1,1 triliun)
Triv – beroperasi di Indonesia – Transaksi US $ 77,75 juta (Rp 1,3 triliun).
Rekeningku.com – beroperasi di Indonesia – US $ 34,44 juta (Rp. 499,38 miliar).