Kantor Pinjaman Online Digerebek, Berikut Deretan Kasus Penipuan Fintech Ilegal

Polisi Metro Jakarta Utara Satreskrim Crimsus Unit menyerbu kantor pinjaman online ilegal di daerah Pluit Desa Penjaringan Mall, Jakarta Utara, Jumat (20/1/2019). Perusahaan bernama PT Vega Data dan Barracuda Fintech disebut ilegal karena tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mode yang digunakan adalah dengan memanfaatkan SMS Blasting untuk membenci ratusan ribu pelanggan. Perusahaan tidak mengenakan minat bagi warga yang meminjam uang kepada mereka. Namun, mereka memangkas dana pinjaman pelanggan di awal lahan administrasi. Kasus pengungkapan hanyalah segelintir kenaikan penipuan pinjaman online di Indonesia. Sebelumnya, ada sejumlah kasus penipuan pinjaman online yang diungkapkan karena keluhan dari pelanggan.

1. Foto-foto dikerahkan dan diberi label siap diputar oleh salah satu kasus pinjaman online yang memasuki ranah hukum yang dialami oleh Yi (51) Solo, Jawa Tengah. Mengutip Kompas.com, 26 Juli 2019, foto Yi didistribusikan di media sosial dengan tulisan yang dia “siap diputar” karena sudah terlambat untuk membayar pinjaman selama dua hari. Yi meminjam senilai Rp1.000.000. Tapi dia hanya menerima Rp. 680.000. Kemudian, Yi harus mengembalikan pinjaman senilai Rp1.054.000 selama seminggu. Yi melalui Institut Bantuan Hukum (LBH) Soloraya akhirnya melaporkan pinjaman online dan penyebar poster fotonya ke Medsos kepada pihak berwenang.

2. Sopir taksi bunuh diri satu kasus penipuan pinjaman online yang mengklaim kehidupan yang dialami oleh sopir taksi dengan inisial Z. Pada Senin (11/2/2019), Z (35) ditemukan tewas menggantung dirinya di ruang boarding untuk pinjaman terjerat on line. Dia ditemukan tewas menggantung dirinya di ruang kos di Jalan Mampang Prapatan VII, Tegal Parang, Jakarta Selatan. Seperti dilansir Kompas.com, 13 Februari 2019, Z telah menulis surat yang berisi permintaan kepada pihak berwenang untuk memberantas mereka yang memberikan pinjaman online. Dia bertanya pada OJK dan pihak berwenang, tolong bertarung pinjaman online yang membuat perangkap iblis. Selain itu, dalam surat itu juga menyebutkan bahwa Z meminta maaf kepada istri dan anaknya tertinggal.

3. Meminjam Rp5 juta peninjau untuk IDR 70 juta satu kasus penipuan pinjaman online yang dialami oleh SM dan AZ. Pada 28 Juli, SM dan AZ adalah salah satu korban pinjaman online ilegal. Mengutip antara 29 Juli 2019, pada awalnya, BC meminjam uang secara online sebanyak Rp5 juta. Tetapi karena sudah terlambat untuk membayar, pinjaman itu melahirkan Rp. 70 juta dalam waktu 2 bulan. Ini adalah akumulasi denda, biaya memperpanjang tenor dan bunga. Sedangkan AZ meminjam Rp. 2 juta berbunga menjadi Rp. 10 juta dalam satu bulan. Keduanya telah melaporkan kepada pihak berwenang melalui LBH Soloraya.